BERANGKAT NGETEM

BERANGKAT NGETEM
Tukang becak ini sedang mengayuh becak kesayangan ke tempat biasa mangkal

Selasa, 05 April 2011

SIAPA JHON YANG KELAHIRAN COMAL?

Johan "Joop" Robert Carp (January 30, 1897 in Tjomal, Dutch East Indies – March 25, 1962 in Johannesburg, South Africa) was a Dutch sailor who competed in the 1920 Summer Olympics, in the 1924 Summer Olympics, and in the 1936 Summer Olympics.
In 1920 he was a crew member of the Dutch boat Oranje, which won the gold medal in the 6½ metre class (1919 rating). He won this competition together with his younger brother Bernard Carp and Petrus Wernink.
Four years later he was a crew member of the Dutch boat Willem Six which won the bronze medal in the 6 metre class.
In 1936 he returned to the Olympics as a member of the Dutch boat and finished eighth in the 6 metre class.

KELUARGA ORANG PENTING PABRIK GULA COMAL

Ini foto Samuel Cornelis Van Musschenbroek dan keluarga sekembalinya dari Comal

Jumat, 01 April 2011

TOKOH LEGENDA COMAL

WILLEM OTTO MACHENZIE, atau orang-orang tua menyebut MEKENGSI....tokoh legendaris Comal berdarah Skotlandia, Perancis dan Jawa lahir pada 24 Oktober 1876 dan wafat 25 Oktober 1970. Beliau sangat berperan dalam banyak peristiwa penting Comal pada khususnya dan Pemalang pada umumnya. Misalnya pada pembangunan pabrik Gula... Comal Lama ( Spiritus ) dan Comal Baru, Perkebunan Karet Kalilanang Payung Bodeh, Perkebunan Kelapa Sirawung / Sigeseng, Peristiwa Tiga Daerah dll.

Beliau walaupun menurut Prof Soetomo Siswokartono bergama Budha tapi menurut Bp H Tolchah ( menantu ) minta dimakamkan secara Islam dan sekarang makamnya ada di Pemakaman Keluarga Gebyog. Banyak orang percaya bahwa saat hidupnya beliau memiliki kemampuan lebih, bahkan ada yang menganggap aulia ( orang suci ). Misalnya dapat berkomunikasi dengan hewan, beliau mampu memanggil burung bangau untuk turun ke rumah. Sehingga tak heran bila banyak burung beterbangan di lingkungan rumah beliau.

Aku bukan ilmuwan apalagi profesor, aku hanya wong biasa.... . Tapi ada dorongan besar untuk mengungkap dan mendokumentasikan perjalanan hidup beliau yang satu ini. Tidak tahu kenapa.
Tolong aku dibantu. Aku mengharap partisipasi sampeyan semua.... matur nuwun....

LEGENDA COMAL DAN PERKEBUNAN KELAPA

COMAL HISTORY. Gambar William Otto Mackengzie dan istri ( Nyonya Tarsih ). Beliau memiliki 4 anak angkat, Tjoesirah ( Alm ), Mustofa ( Alm ), Solemah dan Mariatie. Mekcengsi ini pada tahun 1917 membuka hutan Sigeseng / Siremeng ( Pesantren, Kendaldoyong, Klareyan dll ) dijadikan perkebunan Kelapa. Kita tahu bahwa hutan Sigeseng penuh dengan misteri, kapal di laut Jawa sering 'berlabuh' di Sigeseng pada malam hari karena mengira pelabuhan yang ramai, terakhir terjadi tahun 1980-an. Orang-orang percaya bahwa Sigeseng adalah istana sebuah kerajaan, beberapa orang penguasa Pemalang saat ajal menuju ke hutan ini. Mekcengsi pada saat hidup sering melihat kereta kencana lewat depan rumahnya yang terletak di tengah perkebunan itu. Di Sigeseng juga ada makam ( petilasan ) Syech Sitidjenar dan bahkan Baurekso...entahlah.
Perkebunan Kelapa ini sekarang masih ada dan terakhir tanah tersebut menjadi persoalan, baca di
http://www.radartegal.com/index.php/Warga-Kendalrejo-Audensi-ke-Dewan.html
Dulunya hutan Sigeseng terbelah oleh kali Comal yang membujur ke Barat lewat Kendaldoyong ( Kendalrejo ? ) dan Klareyan, dan bermuara di desa Asemdoyong. Jadi Sungai Comal yang lurus ke utara itu sebetulnya hasil kerja paksa para napi di jaman Belanda dikarenakan sering terjadinya banjir.
Mohon barangkali poro sedulur punya koreksi data atau tambahan info yang ada sangkut pautnya dengan ini semua. Kulo ngaturaken matur nuwun sanget, Wassalam

Minggu, 26 Desember 2010

aku mengejar tetesan embun
yang tak kunjung hinggap di dedaunan
mungkin takut pada udara panas menyengat
yang membakar semak belukar dan ilalang kehidupan

angin, pucuk cemara dan burung kecil yang sedang menanti
datangnya dewa dari segala penjuru
menengadah, menghiba dan bersujud memohon
sungguh besar harapan dan do'a sang alam

I catch the dew drops
that never landed on the leaves
may fear the sting of hot air
the burning bush and the weeds of life

wind, pine shoots and small birds who are waiting
god coming from all directions
looked up, pleading and begging prostrate
really big hopes and prayers of the natural